Rurabasa | Basa Salah Kaprah

Source : https://www.kompasiana.com/wardhanahendra/54f4080b745513972b6c8524/melihat-tradisi-masyarakat-klaten-yang-masih-memasak-dengan-tungku-kayu-bakar?page=all

Rurabasa diartikan sebagai tetembungan sing ajeg nganggone senajan salah kaprah (kalimat yang tetap digunakan walaupun salah kaprah). Rurabasa dalam bahasa Jawa berarti kalimat yang tetap penggunaannya walaupun salah kaprah dan lazim digunakan oleh masyarakat. Dalam hal ini kalimat rurabasa memiliki perbedaan makna antara makna asli kalimat dengan makna sebenarnya yang dimaksudkan dengan penutur. Yang berarti bahwa rurabasa ini sudah diketahui oleh masyarakat jika makna kata tersebut salah, tetapi masih tetap digunakan. Hanya sedikit orang yang sadar akan kesalahan makna kata tersebut, seolah penggunaan kata tersebut sudah benar. Dan sebagian besar orang sudah melupakan makna asli dari kata yang termasuk tembung rurabasa. Salah kaprah ini berlanjut dikarenakan hal ini sudah dianggap lazim dan menjadi hal yang dibenarkan. Maka karena sudah mentradisi, rurabasa menjadi bab tersendiri yang dibahas di dalam kerangka bahasa Jawa. 

Contoh rurabasa antara lain:

Dapat diketahui dari contoh kata-kata di atas bahwa makna yang dimaksud tidak sepenuhnya sesuai dengan makna yang terkandung dalam ujaran. Tetapi makna yang dimaksud hanya sedikit berhubungan dengan kata yang diucapkan. Fenomena ini menjadi suatu bukti bahwa makna asosiatif masih kental terkandung, khususnya di bahasa Jawa. Ketidaksesuaian makna dengan ujaran, bisa saja menjadi faktor kesalahpahaman antara penutur dengan target tuturan.


Posting Komentar

0 Komentar